Antara covid dan himpitan hidup

 Curhatan terbuka dari orang tua yang bingung mau dibawa kemana pendidikan saat ini.


Mulai dari belajar online, kemudian berubah lagi namanya menjadi daring, lalu sekarang berubah lagi menjadi bjj atau belajar jarak jauh.


Semua itu namanya saja yang berubah, tetapi sistem belajarnya tetap sama.


Wahai bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia, dulu setiap ada perubahan kabinet, maka akan ada perubahan kurikulum.


Kurikulum Indonesia selalu mengalami perubahan karena adanya perubahan kekuatan politik.


Asal bapak tau, kurikulum merupakan isi dan jantungnya sebuah kemajuan pendidikan.



Mulai dari tahun 1975 ada kurikulum CBSA atau sering disebut Cara Belajar Siswa Aktif, kurikulum ini sempat saya gunakan ketika saya masih duduk di sekolah dasar.


Kemudian sekitar tahun 2004 kurikulum berubah lagi menjadi KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi.


Kemudian di tahun 2006 bertransformasi menjadi KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.


Terakhir berubah di tahun 2013 menjadi Kurtilas atau Kurikulum Dua Ribu Tiga Belas.


Nah, sekarang yanga katanya jamannya anak mileneal, kenapa sistem kurikulum pendidikan tidak berubah?


Apa karena kebanyakan nonton Dilan dan Milea?


Sungguh boboroknya negeri ku, mau dibawa kemana anak-anak Indonesia zaman ini?


Bukannya kami mengeluh sistem belajar jarak jauh, yang katanya akan di permanenkan.


Tapi, tolonglah lihat anak anak Indonesia di pelosok negeri, bagaimana dulu banyaknya potret anak pelosok negeri yang gigih untuk tetap bersekolah meski mengarungi derasnya air sungai, harus meniti jembatan yang hampir roboh.


Sekarang cobalah lihat mereka, untuk fasilitas jalan dan sekolah saja belum terjamah, bagaimana dengan fasilitas internet?


Bahkan kata berita yang beredar akan digeratiskan kuota, mau berapa banyak hutang negara yang akan dibebankan kepada penerus bangsa?


Ini hanya sekelumit cerita dari saya orang tua yang miris terhadap pendidikan di Indonesia.


Jangan salahkan jika suatu saat nanti Indonesia akan kembali dijajah, karena tidak siapnya anak anak kita sebagai penerus bangsa yang bermartabat dan bermarwah.


Cobalah Pak, carilah jalan keluar yang lain, kenapa tidak diberlakukan protokol kesehatan di sekolah-sekolah, apakah bapak ingin menunjukkan ketidak mampuan bapak sebagai menteri pendidikan untuk membawa anak bangsa ke era milenium.


Kami tidak mempermasalahkan kurikulum masih sama dengan kurikulum tiga belas, tapi tolong, biarkan anak-anak kami untuk mendapatkan pendidikan yang sewajarnya.


Dan satuhal lagi, tolong perbaiki fasilitas pendidikan pelosok negeri.


Kalau bukan anda sebagai Menteri Pendidikan , siapa lagi yang akan bergerak?


Kami yakin, anda memiliki pandangan yang terbaik buat wajah pendidikan di Indonesia.


Selamat bekerja di masa pandemik.


Jadikan anak-anak zaman milenium ini sebagai generasi yang tangguh, bukan generasi pemalas, dan tak memiliki tujuan.


Kami bukan mengeluh, tetapi kami ingin anda membuktikan bahwa anda sebagai Menteri Pendidikan juga memikirkan nasib anak negeri.


Salam santuy


#CelotehPendidikan

Komentar

Postingan Populer