Aku bukan Mereka
Nasib setiap orang berbeda. Selayaknya tak satu manusia yang memiliki sidik jari yang sama.
Setiap wanita itu yang sama mungkin karakternya, yang ingin dimengerti, ingin menang sendiri, ingin diakui benar, walau sebenarnya ia salah.
Wahai para suami, janganlah sesekali kalian menilai istri kalian dan membandingkannya dengan wanita lain.
Jangankan membandingkannya dengan wanita lain, jika engaku memiliki lebih dari satu istri, janganlah engkau sesekali membandingkan istri - istrimu yang satu dengan yang lainnya.
"Istriku, terimakasih banyak ya, sudah bersusah payah dan banyak berkorban serta berjuang demi keluarga kita."
Sebuah kalimat yang didambakan seorang istri diseluruh dunia ini.
Kalimat yang sangat menyentuh hingga ke relung hati.
Cobalah lebih banyak memberikan apresiasi, memberikan gombalan, walau hanya sesekali, daripada banyak menuntut hal-hal yang kurang dari pasangan.
Karena ketika engkau wahai para suami selalu mencari kesalahan ataupun kekurangannya, pastilah engkau akan menemukannya.
Wanita itu selalu bengkok, ia tak kan bisa engkau paksa untuk lurus, jika engkau memaksanya maka ia akan patah, jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap selamanya bengkok.
Maka, fleksibellah dalam menyikapi istrimu.
Terkadang tak semua wanita mau membiarkan dirinya tetap merasa bodoh, merasa tak bahagia, sebagian wanita juga ada yang sanggup untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri.
"Berharap pada manusia adalah kesia-siaan"
Kadang kala beberapa orang diuji dengan pasangan yang tak mudah memuji atau kurang peka.
Jika dirinya tak cakap menciptakan kebahagiaannya sendiri apakah akan terus hidup dalam nestapa?
Wahai ladies tentukan posisimu !!
Terus tenggelam dalam kesedihan
atau Bangkit dan ciptakan kebahagian.
Apapun keputusannya, ingatlah, perceraian tidak salah dimata Allah, tapi hal yang sangat dibenci Allah.
Ingat ada yang terluka dibalik keputusan yang dibuat.
Pertahankan atau Berpisah dengan cara yang baik.
Samarinda 8 September 2021
Komentar
Posting Komentar